Lpk | Surabaya – Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya menggelar acara buka puasa bersama yang khidmat di Vasa Hotel, Sukomanunggal, Selasa (3/3/2026). Acara yang mempertemukan para diplomat mancanegara, tokoh agama, serta pejabat kepolisian dan TNI ini menjadi momentum penguatan toleransi dan diplomasi lintas budaya di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang VIP lantai 5 tersebut dihadiri sekitar 100 tamu undangan. Hadir di antaranya Konsul Jenderal AS Surabaya, Mr. Christopher Green, Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz, serta perwakilan diplomatik dari Jepang dan Taiwan.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal AS Surabaya, Mr. Christopher Green, menekankan bahwa Ramadan merupakan momen refleksi global yang menyatukan umat manusia dalam nilai-nilai kebajikan. Ia menggarisbawahi pentingnya iman dan kasih sayang sebagai jembatan penghubung antarnegara.
”Bulan suci Ramadan adalah waktu untuk keberanian dan inspirasi dalam menjalani kehidupan yang penuh kesucian. Ini merupakan kehormatan bagi kami bisa berbagi meja dan berbuka bersama rekan-rekan di Indonesia,” ujar Christopher Green.
Ia juga menambahkan bahwa acara tahun ini terasa spesial karena bertepatan dengan momentum bersejarah bagi negaranya. “Hari ini merupakan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Sebagai bangsa yang dibangun dengan gagasan yang mencakup nilai-nilai agama, kami sangat menghargai keragaman yang ada di sini,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Konjen Jepang Mr. Ishii Yutaka, Direktur TETO Mr. Isaac Chiu, dan Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz mempertegas pesan harmoni dalam acara tersebut.
Dukungan pengamanan dari jajaran Dit Pamobvit Polda Jatim dan Satbrimob Polda Jatim memastikan rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi pukul 17.00 WIB hingga ramah tamah pada pukul 19.50 WIB, berjalan dengan lancar dan aman.
Kegiatan ini dinilai bukan sekadar seremoni formal, melainkan ajang dialog strategis untuk membangun hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah Amerika Serikat dan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. Melalui tradisi buka bersama, kedua pihak berupaya meningkatkan pemahaman lintas budaya dan penguatan kerja sama di berbagai sektor.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat setelah pelaksanaan ibadah Sholat Maghrib berjamaah, mencerminkan akulturasi budaya diplomasi yang inklusif.
Reporter : Yanti












