,

Akses Wisata Petirtaan Sumberbeji Jombang Diblokir, Pemilik Lahan

oleh -151 Dilihat
oleh
banner 468x60

Lpk | Jombang – Akses menuju objek cagar budaya nasional Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, kembali lumpuh total. Penutupan akses ini dilakukan secara sepihak oleh pemilik lahan sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan kompensasi yang dijanjikan oleh pihak pengelola maupun Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

​Aksi pemblokiran ini sontak mengejutkan para wisatawan yang hendak berkunjung ke situs peninggalan masa lalu tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur utama yang melintasi area persawahan kini tidak dapat dilalui kendaraan.

banner 336x280

​Muhammad Imadudin, pemilik lahan sawah yang digunakan sebagai akses jalan, menegaskan bahwa langkah drastis ini diambil karena dirinya merasa diabaikan. Ia mengaku sudah cukup bersabar menunggu realisasi janji yang tak kunjung datang.

“Memang saya blokir, karena tidak ada kejelasan kompensasi,” tegas pria yang akrab disapa Udin tersebut kepada Tabloidlpk.com, Senin (16/02/2026).

​Udin menjelaskan bahwa penutupan ini bukan aksi spontan tanpa alasan. Ia merasa dipermainkan oleh birokrasi yang berbelit-belit saat menanyakan haknya.

​”Jadi sebenarnya tidak serta-merta langsung saya tutup. Sebelumnya saya ‘diping-pong’ oleh ketua PKL (pengurus), pemerintah desa setempat, hingga pihak kecamatan terkait kejelasan kompensasi tanah sawah saya yang dijadikan akses masuk Petirtaan Sumberbeji,” terangnya dengan nada kecewa.

​Mirisnya, persoalan nilai kompensasi ini sebenarnya sudah menemui titik temu sejak setahun yang lalu. Namun, hingga kini tidak ada realisasi nyata dari pihak Pemerintah Daerah, pengelola, maupun Pemdes Kesamben.

​Pasca aksi pemblokiran ini, Udin mengaku telah dihubungi oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Ngoro untuk kembali membuka ruang dialog dengan Kepala Desa. Meski demikian, sikap pemilik lahan sudah bulat. Ia tidak akan membuka akses jalan tersebut sebelum ada kepastian pembayaran.

​”Saya akan terus memblokir akses jalan menuju wisata tersebut sampai permintaan saya atas kompensasi yang dijanjikan terpenuhi,” pungkas Udin menutup pembicaraan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Kesamben maupun pengelola Situs Sumberbeji belum memberikan keterangan resmi terkait langkah solusi untuk menyelesaikan sengketa lahan yang merugikan sektor pariwisata daerah ini.

Reporter : Yanti

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.