Lpk | Mojokerto – Sebuah truk tangki berwarna biru putih bermuatan 8.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjun bebas ke aliran Sungai Pageruyung, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/3/2026). Insiden ini diduga dipicu oleh pengemudi yang kehilangan kendali akibat kelelahan.
Tangki Berplat Nomer L 8273 NH Hingga berita ini dilaporkan, bangkai kendaraan masih berada di dasar sungai. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan terjadi di jalur yang menghubungkan wilayah Mojokerto dengan perbatasan Kabupaten Jombang. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, truk tampak melaju tidak stabil sebelum akhirnya terperosok ke sungai.
”Tangki kehilangan kendali sebelum masuk ke sungai. Informasinya sopir mengantuk karena sedang mengejar target pengiriman,” ujar salah satu warga sekitar yang menyaksikan pascakejadian.
Meskipun dugaan kelalaian manusia (human error) menguat, pihak berwajib belum memberikan kesimpulan final. Polsek Pageruyung menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan secara intensif.
Hasil penelusuran awal di lapangan menunjukkan kendaraan tersebut diduga kuat milik PT Sinar Almas Mulia. Namun, hingga saat ini, pihak manajemen perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait status kepemilikan armada maupun tanggung jawab atas muatan solar tersebut.
Insiden ini kembali memicu perbincangan hangat di masyarakat mengenai aktivitas distribusi solar yang kerap melintasi jalur alternatif atau jalan tikus dari Jombang menuju Kota Mojokerto. Warga menyebut kendaraan tangki serupa hampir setiap hari melintasi rute tersebut untuk menghindari pengawasan jalur utama.
Kendati demikian, belum ada bukti hukum yang mengaitkan kecelakaan ini dengan praktik distribusi ilegal atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Warga setempat mendesak pihak berwenang dan perusahaan pemilik tangki untuk segera melakukan evakuasi. Kekhawatiran utama adalah potensi kebocoran 8.000 liter solar yang dapat mencemari ekosistem sungai.
”Kami berharap segera dievakuasi agar tidak ada kebocoran yang merusak lingkungan sungai kami,” ungkap warga lainnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar.
“Kami minta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui penyebab pasti dan legalitas muatan tersebut,” pungkas pihak Kepolisian Pageruyung.
Reporter: Yanti












