Lpk | Blitar – Dua warga Kabupaten Blitar, Supriyanto (45) dan Ahmad Zaini (38), menunjukkan keberanian luar biasa dengan menghadang pelaku pencurian komponen rel kereta api pada 25 Januari 2026 dini hari kemarin. Aksi mereka berhasil menyelamatkan sebanyak 237 baut penambat rel yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal jika hilang.
Kegiatan mencurigakan terdeteksi sekitar pukul 03.15 WIB di ruas rel antara Stasiun Blitar dan Stasiun Kademangan. Saat itu, keduanya sedang berada di dekat lokasi untuk mengawasi lahan milik keluarga ketika mendengar suara alat perkakas dan melihat beberapa orang sedang mencongkel baut rel.
“Kita langsung menyadari bahwa ini bukan pekerjaan yang sah. Jika baut hilang, kereta bisa saja tergelincir dan banyak orang yang akan terkena dampaknya,” ujar Supriyanto saat menerima penghargaan dari KAI Daop 7 Surabaya.
Tanpa ragu, Supriyanto segera menghubungi pihak KAI dan polisi melalui telepon, sementara Zaini dengan cerdik mengganggu aktivitas pelaku dengan cara menarik perhatian mereka dan membuat mereka khawatir akan tertangkap. Saat tim keamanan dan petugas polisi tiba di lokasi, pelaku yang diperkirakan berjumlah 3-4 orang sudah kabur, namun seluruh baut berhasil diselamatkan.
Kepala Daop 7 Surabaya, Bambang Susanto, memberikan apresiasi tinggi kepada kedua warga tersebut. “Mereka adalah contoh nyata dari semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga keamanan transportasi umum. Tanpa keberanian mereka, kita bisa saja menghadapi bencana besar,” ujarnya saat menyerahkan uang tunai dan piagam penghargaan.
Pihak KAI juga mengungkapkan bahwa pencurian komponen rel telah menjadi masalah yang perlu diatasi bersama, dan mengajak masyarakat untuk terus melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar rel kereta api melalui nomor darurat yang telah disediakan.
Reporter : Dedy












