“FKA-UKW Dukung Penuh Kapolres Mojokerto Sikat Oknum Wartawan Yang Lakukan Tindak Pidana”

oleh -120 Dilihat
banner 468x60

Lpk | Mojokerto – Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Uji Kompetensi Wartawan (FKA UKW), Haji Etar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Mojokerto atas tindakan tegas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum yang mengaku wartawan saat melakukan aksi pemerasan terhadap seorang pengacara.

​Langkah berani Kapolres Mojokerto ini dinilai sebagai upaya nyata dalam membersihkan marwah profesi jurnalis dari oknum-oknum yang menyalahgunakan kartu pers untuk tindak pidana.

banner 336x280

​Wartawan Adalah Profesi Mulia, Bukan Alat Peras , Haji Etar menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut telah mencoreng institusi pers secara keseluruhan.

Beliau menyatakan bahwa kompetensi wartawan (UKW) seharusnya menjadi benteng moral bagi setiap jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

​”Saya dukung penuh langkah Kapolres Mojokerto. Jangan ada keraguan sedikit pun untuk memproses hukum oknum yang mengaku-ngaku wartawan, tapi kelakuannya seperti preman. Memeras pengacara atau siapapun dengan dalih pemberitaan adalah murni tindak pidana, bukan sengketa pers,” tegas Haji Etar (23/03).

​Dukungan Penegakan Hukum, FKA-UKW berdiri di belakang Polri untuk menindak tegas setiap bentuk kriminalitas yang mengatasnamakan pers.

​Pembersihan Citra Pers, Aksi OTT ini merupakan bagian dari “bersih-bersih” agar masyarakat bisa membedakan mana wartawan yang profesional dan mana yang hanya bermodal kartu pers untuk menakut-nakuti.

​Imbauan kepada Korban, Haji Etar meminta kepada para pengacara, pejabat, maupun warga masyarakat untuk tidak takut melapor jika mendapat ancaman atau pemerasan dari oknum media.

​Profesionalisme adalah Harga Mati, ​Sebagai pimpinan alumni wartawan yang telah tersertifikasi, Haji Etar mengingatkan bahwa seorang jurnalis sejati bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik, bukan berdasarkan pesanan atau motif uang haram.

​”Wartawan itu mencari berita, bukan mencari kesalahan untuk dijadikan alat negosiasi. Kejadian, di Mojokerto ini harus jadi pelajaran keras bagi siapa saja yang mencoba melacurkan profesi ini. Kami di FKA-UKW tidak akan memberikan toleransi atau perlindungan hukum bagi alumni yang terbukti melakukan pidana pemerasan,” tambah beliau dengan nada tegas.

​Haji Etar berharap sinergi antara kepolisian dan organisasi pers semakin kuat untuk memastikan ruang publik diisi oleh informasi yang sehat dan bebas dari praktik intimidasi.

Reporter : Aditya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.