Harga Pertamax Turbo Dexslite dan Pertamina Dex Naik, Ketum YALPK, Pukulan Telak Bagi Ekonomi Rakyat

oleh -44 Dilihat
oleh
banner 468x60

Lpk | Jakarta – Kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexslite, per tanggal 18 April 2026,  ini memicu reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat. Meski menyasar segmen menengah ke atas, kenaikan ini dikhawatirkan akan memicu efek domino pada sektor ekonomi mikro.

​Ketua Umum Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK), Etar, memberikan pernyataan tegas terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan harga BBM, apapun jenisnya, pastinya akan membawa dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

banner 336x280

​”Kenaikan harga BBM per tanggal 18 ini bukan sekadar angka di SPBU. Ini adalah beban tambahan bagi rakyat. Walaupun yang naik adalah jenis Dex atau Turbo, dampaknya akan merambat ke biaya logistik dan operasional jasa yang akhirnya dibebankan kepada konsumen kecil,” ujar Etar dalam keterangannya.

​Etar menyoroti beberapa risiko krusial yang membayangi kenaikan harga ini, Kenaikan harga BBM pada kendaraan operasional tertentu dapat memicu kenaikan harga barang pokok di pasar. Masyarakat bawah yang sudah terhimpit ekonomi akan semakin kesulitan karena harga kebutuhan dasar yang cenderung ikut merangkak naik.

​Kebijakan ini dinilai kurang tepat momentumnya di saat daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Keluhan dari Lapangan Di tingkat tapak, sejumlah pelaku usaha transportasi dan logistik mulai mengeluhkan kenaikan ini. Meski mereka menggunakan kendaraan bermesin diesel modern yang membutuhkan Pertamina Dex, kenaikan harga memaksa mereka untuk menghitung ulang tarif jasa.

​”Kalau Dexlite naik, mau tidak mau biaya sewa atau angkut juga harus kami sesuaikan. Kalau tidak, kami rugi di operasional,” ungkap salah satu pengusaha angkutan logistik ringan.

Pihak YALPK berharap pemerintah dan Pertamina meninjau kembali kebijakan ini atau setidaknya menyiapkan skema kompensasi yang tepat agar masyarakat bawah tidak menjadi korban dari fluktuasi harga energi global yang dibebankan ke domestik.

Reporter : Aditya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.