MAYDAY 2026 BURUH TAK BOLEH TERUS JADI KORBAN KEBIJAKAN, SEJUMLAH ADVOKAT SIAP NYALAKAN MESIN POSBAKUM SERIKAT PEKERJA 

oleh -117 Dilihat
banner 468x60

Lpk| Tuban – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 kembali diwarnai gelombang aksi di berbagai daerah. ribuan buruh turun ke jalan menyuarakan tuntutan atas kondisi ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada pekerja.

Aksi yang melibatkan berbagai elemen serikat pekerja ini menyoroti isu klasik yang tak kunjung tuntas, mulai dari upah layak, penghapusan sistem outsourcing, hingga penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan buruh, khususnya Undang-Undang Cipta Kerja.

banner 336x280

Perwakilan Tim POSBAKUM Pos Bantuan Hukum Serikat Pekerja di Kabupaten Tuban, KHOIRUN NASIHIN, Membuka POSBAKUM yang beralamat di Ruko Surya Residence Blok 3 Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo-Tuban menegaskan bahwa peringatan May Day tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata.

“May Day adalah alarm keras bagi negara.

Buruh tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang dikorbankan dalam setiap kebijakan ekonomi. Negara harus hadir secara nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Khoirun dalam keterangannya.

Ia menilai sejumlah regulasi ketenagakerjaan saat ini justru membuka ruang ketidakpastian kerja, memperlemah posisi tawar buruh, dan berpotensi memperluas praktik kerja tidak layak.

“Jika regulasi terus berpihak pada fleksibilitas pasar tanpa perlindungan yang kuat, maka yang terjadi adalah normalisasi ketidakpastian kerja. Ini berbahaya bagi masa depan tenaga kerja Indonesia,” lanjutnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menyatakan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan iklim investasi, serta membuka ruang dialog antara pekerja dan pengusaha.

Namun demikian, Khoirun menekankan bahwa dialog tidak boleh berhenti pada formalitas.

“Dialog harus menghasilkan kebijakan konkret yang berpihak pada buruh. Tanpa itu, May Day akan terus menjadi panggung kekecewaan yang berulang setiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, aksi buruh di berbagai titik terpantau berjalan dengan pengawalan aparat keamanan. Meski berlangsung tertib, mobilisasi massa tetap berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Peringatan May Day tahun ini kembali menjadi refleksi bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah besar, dengan tuntutan buruh yang semakin menguat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Reporter : Aditya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.