Lpk | Sidoarjo – Gemuruh sorak penonton dan aksi jual beli serangan para petarung muda mewarnai pembukaan Sirkuit 1 Kejurprov IBCA MMA (Integrated Mixed Martial Arts Cross Training Association) Jawa Timur yang digelar di Lapangan Hitam, Pasmar 2, Gedangan, Sidoarjo. Namun, di balik kesuksesan teknis acara, terselip kekecewaan mendalam terhadap otoritas setempat.
Meski digelar di “rumah sendiri”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo serta jajaran KONI Kabupaten Sidoarjo justru tak menampakkan batang hidungnya. 23/01/26.
Ketidakhadiran para pemangku kebijakan ini memicu tudingan miring bahwa pemerintah daerah terkesan abai terhadap pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga beladiri.
Apresiasi tinggi datang dari KONI Jawa Timur terhadap pengurus IBCA MMA yang mampu menyelenggarakan event skala provinsi dengan sangat profesional di markas militer Pasmar 2. Namun, kegembiraan itu dibarengi dengan “sentilan” keras bagi tuan rumah. ”Kami sangat mengapresiasi semangat para atlet dan panitia. Namun sangat disayangkan, di saat kita berjuang membina mental generasi muda, dukungan dari pemangku kebijakan di wilayah (Sidoarjo) justru tidak terlihat,” ungkap salah satu pengurus KONI Jatim di lokasi.
H. Etar ketua umum IBCA MMA Kabupaten Sidoarjo saat ditemui wartawan ini menjelaskan kita focus persiapan atlit yang akan kita bawa ke PON Sulut Manado, walau ini Pesan Buruk untuk Atlet Muda dengan tidak ada suport dan kehadiran perwakilan Pemkab Sidoarjo dalam ajang bergengsi ini dinilai memberikan sinyal negatif bagi para atlet lokal. Padahal, banyak petarung yang berlaga di sirkuit ini merupakan putra daerah Sidoarjo yang membutuhkan dukungan moril maupun pengakuan dari pemerintahnya sendiri. ujar Haji Etar.
“Ketidakhadiran ini mengesankan adanya jarak antara pemerintah dengan aspirasi anak muda yang memilih jalur olahraga prestasi untuk menjauhi kenakalan remaja.”
Haji Etar menambahkan Acara sekala provinsi di wilayah sendiri seharusnya menjadi panggung bagi Pemkab untuk menunjukkan dukungan pada pemuda berprestasi.
Olahraga beladiri seperti MMA adalah sarana pembentukan karakter dan disiplin yang seharusnya didukung penuh secara administratif maupun kehadiran fisik.unhkap nya.
Sementara pihak TNI (Pasmar 2) memberikan dukungan fasilitas penuh, pemerintah sipil justru terkesan menutup mata.
Meski tanpa dukungan pejabat daerah, Sirkuit 1 Kejurprov IBCA MMA tetap berjalan khidmat dan kompetitif. Ratusan atlet dari berbagai penjuru Jawa Timur tetap bertarung habis-habisan demi memperebutkan tiket menuju kejuaraan tingkat nasional.
Para penggiat olahraga berharap, ke depannya Pemkab Sidoarjo tidak lagi “absen” dalam mendukung potensi anak muda yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah melalui jalur prestasi olahraga. Tutup haji etar.
Reporter : Aditya












