,

Warga Pertanyakan, Peralatan Sumur Bor Badan Geologi Dusun Wates Tarokan Sengaja Di Lepas

oleh -136 Dilihat
banner 468x60

Lpk | Kediri – Bantuan Hibah dari Badan Geologi, berupa Sumur Bor Dalam yang ada di Dusun Wates Desa Tarokan kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, tetap di biarkan mangkrak begitu saja. Pemerintah Desa Tarokan terkesan abai, sempat ramai diberitakan terkait Sumur Bor Dalam tersebut, namun pihak dari pemerintah Desa Tarokan tetap membiarkan dan tidak segera mengaktifkan kembali Sumur Bor tersebut.

Sesuai keterangan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Kediri Dodi dari PDI perjuangan,bahwa setelah menerima aduan masyarakat terkait sumur itu ia langsung berkoordinasi dengan camat tarokan dan Sekda Kabupaten Kediri. Hasilnya sudah ditetapkan bahwa sumur tersebut sudah menjadi hak dan tanggung jawab sepenuhnya pemerintah Desa Tarokan terkait dengan perawatan dll.

banner 336x280

Sebelumnya, saat di konfirmasi Harsono Camat Tarokan sudah memerintahkan bahwa peralatan dan perlengkapan Sumur Bor Dalam itu segera di pasang kembali, alhasil dari pantauan awak media menemukan bahwa peralatan sudah terpasang kembali, namun sumur belum juga di aktifkan.

Salah satu warga menuturkan,”Masyarakat sekitar sangat berharap agar Sumur Bor yang sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa tersebut segera di aktifkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, tapi sampai saat ini belum juga terealisasi,”keluhnya.

Warga yang enggan untuk disebut namanya itu juga sempat mengambil vidio dari lokasi sumur dan memberi informasi, bahwa pada 2/2/2026 peralatan dan kelengkapan sumur Bor Dalam itu malah sudah tidak ada/di lepas lagi.” Sangat miris mas, dari beberapa kali usulan untuk mengaktifkan lagi Sumur Bor Dalam itu tetap tidak ada perhatian yang serius dari Desa. Saat ini malah rumah genset kosong sudah tidak ada lagi peralatan dan perlengkapan sumur itu,” terangnya.

Tidak lepas dari keterangan Camat Tarokan Harsono sebelumnya, yang memberi informasi bahwa peralatan sumur sudah di pasang kembali, bahkan sempat juga mengirim foto peralatan sumur yang sebelumnya sempat hilang/di lepas, saat itu sudah terpasang lagi. Namun setelah beberapa waktu justru perlatan itu di lepas lagi dan rumah genset kosong tanpa alat perlengkapan Sumur Bor.

Ternyata betul, setelah tim investigasi dari media datang pada 2/2/2026 ke lokasi Sumur Bor, peralatan yang semula terpasang kini sudah tidak ada lagi/di lepas.

Menyangkut kelangsungan hidup warga sekitar, seharusnya menjadi perhatian utama dari program kerja pemerintah Desa Tarokan untuk segera menghidupkan kembali sumur Bor tersebut. Karna dari beberapa warga mengeluh sudah cukup lama sumur tersebut mangkrak dan tidak berfungsi sama sekali.

Sumur bor memberikan manfaat utama berupa akses mudah ke air bersih dan berkelanjutan bagi warga, terutama di daerah kering, dengan meningkatkan kualitas hidup, sanitasi, dan kesehatan. Fasilitas ini mengurangi beban mengambil air jauh, menyediakan pasokan stabil, serta mendukung sektor rumah tangga dan pertanian.

Hak air bersih adalah hak asasi manusia mendasar yang menjamin setiap individu mendapatkan air cukup, aman, terjangkau, dan mudah diakses untuk kebutuhan pokok. Negara wajib memenuhi dan melindungi hak ini dari pencemaran atau privatisasi yang merugikan, dengan prioritas utama untuk kehidupan sehari-hari warga. UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menetapkan prioritas tertinggi penggunaan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian.

Dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan hak nya terkait air bersih dapat dilakukan bersama semua elemen, hal tersebut untuk menunjukkan sinergi kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga setempat dalam semangat gotong royong.

Sampai berita ini diturunkan, Sripan Kasun Wates, dan kepala Desa Tarokan Supadi belum dapat di konfirmasi.

Reporter : Arif/Anas

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.