Lpk | Jombang – Polres Jombang melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Kamis, (5/3/2026).
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk memastikan penyebab insiden tersebut.
“Petugas melakukan pendalaman terhadap sampel muntahan, telur asin, serta rawon yang dikonsumsi para santri,”katanya saat memberikan keterangan di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi belum menemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya pada sampel makanan tersebut.
“Hasil sementara menunjukkan tidak terdapat indikasi formalin, sianida, nitrit maupun arsen,”tambahnya.
Dari hasil penelusuran sementara, diketahui menu rawon dimasak secara mandiri oleh pihak pondok pesantren. Sedangkan telur asin dipasok dari penyedia pihak ketiga program MBG di wilayah Mojoagung.
“Untuk memastikan penyebab kejadian secara ilmiah, sampel makanan tersebut telah dikirim ke Balai Pemeriksaan Laboratorium Jawa Timur guna menjalani uji mikrobiologi dan toksikologi lebih lanjut,”kata AKBP Ardi Kurniawan.
Sementara itu, kondisi para santri yang sempat mengalami gejala keracunan dilaporkan mulai membaik.
Dari data terakhir, masih terdapat tujuh santri yang menjalani perawatan di IGD, terdiri dari satu santri laki-laki dan enam santri perempuan.
Polisi juga telah memintai keterangan dari tujuh santri sebagai saksi untuk mengetahui kronologi serta pola konsumsi makanan sebelum munculnya gejala keracunan.
“Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan para santri pulih. Di sisi lain, proses penyelidikan tetap berjalan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,”pungkas Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan.
Reporter : Yanti












