“Jangan Benturkan TNI dan Polri, Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Persepsi”

oleh -143 Dilihat
banner 468x60

Lpk | Jakarta – Tokoh masyarakat yang dikenal vokal dalam isu keadilan sosial, Haji Etar, akhirnya memberikan respons terkait adanya perbedaan narasi dalam rilis pers yang dikeluarkan oleh pihak TNI dan Polri dalam beberapa waktu terakhir.

Haji Etar menghimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam “permainan kata-kata” yang seringkali merupakan dampak dari dinamika kewenangan di tingkat atas.

banner 336x280

​Haji Etar menekankan bahwa kebingungan publik adalah tanda adanya komunikasi publik yang belum sinkron antara dua institusi penegak kedaulatan dan keamanan negara tersebut.

​Menyikapi Perbedaan Data dan Narasi Menurut Haji Etar, perbedaan rilis pers seringkali dianggap masyarakat sebagai benturan kekuatan atau perebutan pengaruh politik. Namun, beliau mengajak masyarakat untuk melihatnya dengan kepala dingin.

​”Masyarakat jangan sampai mau diputar-putar oleh bahasa birokrasi. Kalau ada perbedaan rilis antara TNI dan Polri, itu bukan berarti mereka bermusuhan, tapi ada ego sektoral yang harus segera dibereskan oleh pimpinan tertinggi. Rakyat butuh fakta tunggal, bukan disuruh memilih mau percaya rilis yang mana,” tegas Haji Etar saat ditemui di kediamannya (22/03).

​Poin Utama Pesan Haji Etar untuk Masyarakat Kritis Terhadap Informasi, Jangan menelan mentah-mentah satu rilis pers tanpa membandingkan fakta lapangan.

​Waspada Adu Domba, Perbedaan pendapat di level institusi sering dimanfaatkan oleh aktor politik untuk memperkeruh suasana demi kepentingan kekuasaan.

​Tuntut Sinergi, Rakyat berhak menuntut satu pintu informasi (Single Source of Truth) agar tidak terjadi keresahan di tingkat akar rumput.

​Politik Kewenangan dan Kekuasaan Haji Etar juga menyoroti bahwa tumpang tindih kewenangan sering kali menjadi akar masalah. Beliau mengingatkan bahwa TNI dan Polri adalah alat negara, bukan alat politik kelompok tertentu.

​”Kekuasaan itu amanah, bukan untuk dipamerkan lewat rilis pers yang saling silang. Jika pimpinannya kompak, rilisnya pasti satu nada. Kalau suaranya beda-beda, berarti ada yang sedang ‘bermain’ atau sekadar ingin terlihat paling berjasa,” tambahnya dengan nada menyentil.

​Haji Etar menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap fokus pada kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengarah pada pelemahan salah satu institusi negara.

Reporter : Aditya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.